Madu Hutan Apis dorsata

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Madu Hutan Apis dorsata

Madu Hutan dan Gerakan Konservasi Inisiatif Rakyat Ujung Kulon

E-mail Print PDF
Oleh: Eman Sulaeman *

Bumi cukup untuk semua umat, tidak untuk satu orang serakah
Tema konservasi saat ini menjadi hangat dalam dinamika internasional, sepertinya masyarakat dunia telah menyadari bahwa krisis energi bagaikan kiamat bagi keberlangsungan peradaban manusia. Eksploitasi atas sumber daya energi yang tak terbaharui, serta dampak dari penggunaannya oleh sektor industri telah menyebabkan terjadinya perubahan iklim bumi, bencana alam, ancaman makin terkikisnya daratan oleh lelehan gunung es serta pencemaran lingkungan yang mempengaruhi kesehatan. Sepertinya bumi sudah tidak lagi menjadi tempat yang nyaman bagi manusia, dengan tanpa ada pilihan lain. Menurut DepHutBun (2000), laju degradasi hutan di Indonesia mencapai rataan 1-1,5 juta hektar yang sekaligus mengancam seluruh tipe habitat, dari hujan dataran rendah sampai alpin dan menyebabkan penyusutan sebanyak 20% sampai 70%. Akibat lanjutannya adalah fungsi lingkungan hutan yang mendukung kehidupan manusia terabaikan, beragam kehidupan flora dan fauna yang membentuk mata rantai kehidupan yang bermanfaat bagi manusia menjadi rusak dan hilang. Semua ini mengakibatkan timbulnya ketidakadilan dan kesenjangan mengakses manfaat pembangunan bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Read more...
 

Sharing of experience & learning from Indonesia

E-mail Print PDF
Mr Leo - Keystone Foundationby ROBERT LEO, Keystone Foundation, India
voice from the forest edition no 09 december 05 - www.ntfp.org

Salamat Pagi, Indonesia. The honey hunters; either Anthario in Indonesia or Rengasamy in India – a unique similarity is embedded in these people’s skill. The standout quietness, leaning by watching hours together is absolutely the same. It was a great opportunity to meet indigenous honey gatherers, Zul (artist) and development friends to share and learn during the 2nd National Wild Honey Gatherers Workshop in Banjarmasin, Indonesia.
The Strength of the Partners. The network comprised a collective of partners with different qualities –conservation groups, researchers, marketing experts, community leaders and development groups–is a positive one through which strong initiatives is possible.
Read more...
 


Page 2 of 2

Banner

Sponsored Links